Senin, 24 Juni 2013

jerusalem:city of yusuf

KOTA-KOTA YANG BERCERITA

Perjalanan jurnalistik kali ini melengkapi perjalanan-perjalanan jurnalistik yang sudah saya lakukan. tahun 2003, saya melakukan perjalanan jurnalistik yang sudah saya lakukan. tahun 2003, saya melakukan perjalanan jurnalistik ke irak. hasil perjalanan itu sudah saya tuangkan dalam dua buku yang diterbitkan penerbit buku kompas.  Buku pertama berjudul bulan sabit diatas baghdad dan buku kedua berjudul irak korban ambisi kaum hawkish

Perjalanan ke irak memang menarik, selain juga menegangkan.  Oleh karena, ketika itu, bahkan hingga saat saya menulis buku ini, irak merupakan sebuah negara yang berada di ambang kehancuran.  Bentrokan antarkelompok bersenjata tak pernah henti.  Pengeboman terjadi hampir setiap hari.  aksi penghadangan dan penculikan pun menjadi menu harian. Pemerintahan sementara setelah tumbangnya rezim saddam hussein nyaris tidak mampu berbuat banyak untuk mengendalikannegara dan menciptakan  ketertiban hukum, sosial, dan keamanan. kehadiran tentara pendudukan pimpinan amerika serikat menjadi salah satu alasan dan dadakan terjadinya serangan bom bunuh diri.  Dari hari ke hari, situasimenjadi semakin sulit dan pelik serta mengkhawatirkan.  Konflik senjata antara muslim syiah dan sunni makin terbuka.  Bayangan akan irak yang terpecah-belah menjadi semakin nyata.

Dua kali saya mengunjungi Irak.  Pertama pada tahun 2000 dengan menggunakan pesawat terbang dan berangkat dari Damascus, Suriah. Hasil perjalanan itu kemudian saya bukukan dengan judul dari Damascus ke Baghdad, sebuah Catatan Perjalanan Jurnalistik.


" />

Tidak ada komentar:

Posting Komentar